Kearifan Budaya Perusahaan dalam Menyikapi Kenaikan Upah

Indonesia dikenal sebagai negara nan kaya akan budaya. Budaya yang sampai saat ini dapat bertahan dalam masyarakat Indonesia sehingga menjamin keberlanjutan hidup suatu masyarakat. Budaya pula yang menjadi identitas suatu masyarakat sehingga dikenal oleh banyak orang bahkan pada tingkat global. Budaya pada intinya mengatur kehidupan individu atau sekelompok orang yang masuk dalam suatu ikatan sosial. Budaya secara turun temurun mengatur kehidupan masyarakat dan menjadi warisan hingga generasi selanjutnya. Bagaimanapun budaya hadir sebagai sesuatu yang terus dijunjung tinggi oleh para individu yang terikat dalam budaya tersebut.

Mari kita menilik budaya dalam lingkungan yang lebih kecil seperti perusahaan atau organisasi bisnis. Ada atau tidakkah dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan?

Tentunya terdapat budaya dalam organisasi/perusahaan yang didefinisikan sebagai sistem makna bersama dalam organisasi yang menentukan bagaimana cara karyawan bertindak. Dikenal juga sebagai sistem atau pola nilai, simbol, ritual, mitos dan praktek-praktek dalam organisasi. Kehadiran budaya dalam organisasi tentunya nanti akan mengatur segala aktivitas perusahaan mulai dari manajer ditingkat atas sampai dengan para karyawan pada tingkat yang lebih rendah. Budaya ini yang akan mengikat setiap komponen dalam perusahaan atau organisasi bisnis sehingga tercipta kestabilan dalam lingkungan sosial perusahaan dalam kondisi apapun. Misalnya saja ketika suatu aktivitas kerja dilaksanakan tentunya akan mempertimbangkan aspek sosial dan psikologis. Aspek sosial terkait hubungan antar para karyawan atau orang lain yang berkaitan dengan kerja yang dijalankan, selanjutnya aspek psikologis berkaitan dengan bagaimana penerimaan seorang karyawan terhadap kerja yang diberikan terkait perasaan karyawan. Dalam kedua aspek ini tentunya budaya perusahaan mengambil andil dan pengaruh yang cukup kuat sebagai dasar pelaksanaan suatu kerja yang efektif dan efisien. Jika terjadi konflik atau ketidakstabilan dalam perusahaan, dengan sendirinya budaya akan mengatur dan membuatnya menjadi stabil karena norma dan nilai yang berlaku. Para karyawan di perusahaan yang budaya kuat lebih berkomitmen pada perusahaan mereka. Budaya kuat berkaitan dengan kinerja organisasi yang tinggi. Semakin kuat budaya organisasi, budaya tersebut akan berdampak semakin besar pada apa yang dilakukan perusahaan tersebut.

Bagaimana hubungannya dengan kenaikan upah buruh?

Dengan adanya budaya yang kuat, upah buruh yang mengalami kenaikan tak kan jadi masalah yang besar. Karyawan ataupun buruh yang bekerja dengan komitmen yang tinggi tentunya akan mendukung dengan penuh kinerja perusahaan dalam apapun kondisinya. Tuntutan perusahaan akan dilaksanakan dengan baik secara efektif dan efisien. Budaya ini juga lah yang menciptakan toleransi tinggi dalam perusahaan sehingga menjamin keadaan yang stabil dalam kondisi yang dinamis.

Eksistensi budaya dalam perusahaan meciptakan keberlanjutan dan kinerja tinggi. Jadi, kenaikan upah buruh tak menjadi masalah besar karena  perilaku karyawan diatur oleh nilai, norma, tradisi, ritual, keyakinan bersama dan aspek lain budaya organisasi.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Qaul Ulama

Seorang ulama bijak mengatakan:

  • Barang siapa hanya berpegang teguh pada akalnya, niscaya ia akan sesat jalan hidupnya.
  • Barang siapa mengandalkan hartanya, berarti dia orang yang miskin, karena betapapun banyak harta yang dimilikinya ia tidak akan merasa puas dengannya.
  •  Barang siapa menggantungkan kemuliaannya kepada makhluk, dia adalah orang yang terhina.

(Qaul Ulama)

Categories: Uncategorized | Leave a comment

I wanna go home…

Selasa, 03 Juli 2012…

Hari keberangkatanku menuju tanah kelahiran, Lombok…

Setelah setahun lebih meninggalkannya demi menuntut ilmu di tanah Jawa, akhirnya hari ini pesawat Lion mengantarkanku ke Pulau yang sangat aku rindukan. Tak lama setelah hari ini, tepatnya tanggal 07 Juli 2012 merupakan hari ulang tahunku yang ke-20, disusul pula hari ulang tahun pondok pesantren yang ke-77 yang akan dirayakan pada tanggal 15 Juli 2012 dan sebentar lagi ramadhan pun tiba. Aku sangat bersyukur karena dapat melewati ini semua saat diriku tiba di rumah, kebahagiaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya.

Walaupun dengan telatnya pesawat take off, sebenarnya pemberangkatan pada pukul 14:20 terminal 7A di bandara Soekarno Hatta diundur menjadi hampir pukul 16:00 dan pindah terminal ke 2A. Aku sudah tak tahan ingin sampai rumah dan bertemu dengan keluarga yang akan menantiku di bandara yang ada di sana. Akhirnya aku tiba di bandara internasional Lombok setelah lebih dari satu jam dalam pesawat. Aku pun ditunggu oleh kakak-kakakku dan beberapa orang keponakan yang saat itu ikut menjemputku. Tiba saatnya aku bertemu dengan mereka yang selama ini merindukan hadirnya diriku, mereka memelukku dengan eratnya. Setelah itu, akupun langsung menuju ‘Candlenut 7 Village’, tempat kelahiranku.

Tak sabar rasanya ingin berjalan-jalan di desa tercinta yang sekian lama ku tinggal, ingin ku lepas rindu yang teramat dalam ini. Akhirnya, tibalah aku di rumah. Aku bertemu dengan bunda yang langsung memelukku dengan eratnya. Sekian lama terpisah dengan jarak dan waktu, terlihat begitu rindunya bunda padaku dengan semakin eratnya dekapan dan linangan air mata yang semakin membasahi pipinya. So sad, boy!!!

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Surat Untuk Sahabat

Semarang, 24 Januari 2012….

Kereta api kelas ekonomi yang aku naiki seketika berhenti setelah melakukan pemberhentian di stasiun-stasiun lainnya. Kereta ini mungkin menghela nafas panjang setelah melalui jalur yang begitu jauh dari Jakarta Kota hingga pemberhentiannya, Poncol.

Aku tak menyangka akan mengunjungi tempat ini, yaitu tempat dimana salah satu dari sahabatku menimba ilmu. Aku pun mulai merasa asing dengan tempat ini ketika ku keluar dari gerbang stasiun. Walaupun menunggu sekian lama datangnya sahabatku yang sedang menarik gas motornya tuk menjemputku, penantian itu pun tak sia-sia ketika terlihat sosok yang sangat akrab dengan diriku datang dengan menggunakan motor Jupiter MX mengenakan helm hitam.

Abib, itulah nama panggilannya…

Setelah sekian lama dipisahkan oleh jarak dan waktu, kita pun bertemu kembali. Mungkin aku tak menemukan perbedaan dari dirinya walaupun dia terus bertanya, “Apakah ada suatu yang beda dariku, hai kawan?” aku pun hanya tersenyum mendengarnya. Ketika itu pula, dia langsung memelukku.

O ya sahabatku, mungkin dengan canda tawa yang kita buat selama aku di sisimu, kita tak merasakan berlalunya waktu yang terus berjalan. Aku merasa bahagia bersua denganmu, akupun tak ingin secepat ini meninggalkanmu. Namun aku juga harus melanjutkan belajarku di bangku kuliah yang terputus seperti halnya dirimu. Waktu yang kita lalui bersama rasanya begitu singkat karena kebersamaan ini. Kita harus berpisah sahabat…

Selama aku di sampingmu, mungkin aku terlalu over acting, bertindak konyol dan sebagainya. Itu semua aku lakukan untuk kebersamaan yang hanya sekejap ini. Aku hanya ingin membuatmu bahagia dan selalu ceria karena kehadiranku. Aku ingin melihat masa-masa itu lagi, masa-masa ketika kita berkumpul bersama saat di Lombok bersama sahabat kita yang lainnya.

Sahabatku, mungkin dalam sikapku yang aku lakukan saat masih bersamamu di Semarang terdapat hal-hal yang mengganjal hatimu, maafkanlah saudaramu ini…

Sahabatku, aku akan menunggu kehadiranmu di tempatku menimba ilmu di liburan semester mendatang. Aku ingin mengukir cerita kembali bersamamu di Bogor, seperti yang kita telah ukir di Semarang.

Aku bahagia berada di dekatmu, sahabatku.

Semarang, 8 Februari 2012

Sahabatmu,

Abdul Ghani Arsyadi

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Categories: Uncategorized | 1 Comment